Tampilkan postingan dengan label Kisah Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Hikmah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Januari 2016

Yang Dilakukan Abu Nawas Ketika Istrinya Digoda

Memiliki istri adalah ujian. Jika istri kita cantik, maka letak ujiannya ada pada bagaimana menasihatinya agar senantiasa menjaga kecantikan itu dari fitnah. Jika tak bisa disebut cantik, maka tugas seorang suami adalah menasihatinya agar senantiasa bersabar dan mencintainya dengan tulus, bahwa Allah Ta’ala tak melihat fisik, melainkan apa yang ada dalam hati.
Abu Nawas, sebagaimana dikisahkan oleh KH Ma’ruf Islamuddin, memiliki istri yang amat cantik. Ia adalah kembang desa. Karenanya, berhasil mempersuntingnya adalah karunia sekaligus ujian. Karunia sebab tak semua lelaki sekelasnya mendapatkan istri secantik itu, dan ujian sebab ia harus menghadapi makar dan godaan laki-laki mata keranjang di kampungnya.
Benar saja, setelah menikah dengan Abu Nawas beberapa bulan, istrinya pulang dari pasar seraya menekuk wajah. Murung. Sang suami pun mendekatinya seraya bertanya, “Apa yang terjadi, Dinda? Mengapa wajahmu sekecut itu?” Sang istri pun mengisahkan apa yang dialaminya. Katanya, di mana pun ia berada, selalu saja ada laki-laki yang menggodanya; saat pergi belanja ke pasar, silaturahim, ataupun keperluan di tempat lainnya. Mendengar penuturan istrinya, Abu Nawas tak menjawab. Selepas memberikan perhatian secukupnya, Abu Nawas segera undur diri.
Rupanya, Abu Nawas menemukan solusi untuk mengatasi laki-laki yang menggoda istrinya. Ia pun pergi ke pasar untuk membeli ubi-ubian dan bahan makanan lainnya. Usai berbelanja, Abu Nawas pun langsung mempersiapkan undangan sembari memasak hidangan. Ia mengundang semua laki-laki di kampungnya.
Sebab yang mengundang adalah Abu Nawas, dan di rumahnya ada sosok wanita yang cantik, laki-laki di kampungnya pun berbondong-bondong menghadiri undangan. Sesampainya di rumah Abu Nawas, dihidangkanlah makanan dari ubia-ubian yang telah diberi pewarna; merah, hitam, coklat, putih, dan sebagainya.
Tak perlu waktu lama, para tamu pun langsung menikmati hidangan dengan antusias. Mereka juga berhasrat menikmati makanan dengan warna yang berbeda. Ternyata, dari banyak warna itu, rasanya sama saja. Hingga, mereka saling berbisik menanyakan rasa hidangan yang dimakan.
Lama mereka berada di rumah itu, dan hidangan pun hampir habis, satu di antara mereka memberanikan diri untuk bertanya kepada Abu Nawas. “Hai, Abu Nawas,” ucap orang itu, “kami sudah lama di sini. Namun, kau tak sampaikan apa pun.” Lanjutnya bertanya, “Jadi, apa tujuanmu mengumpulkan kami?”
Belum dijawab, ada orang lain yang menambahkan pertanyaan, “Terus, kenapa makanan yang kau hidangkan ini, rasaya sama semua, padahal warnanya berbeda?”
Lepas menghirup nafas sejenak, Abu Nawas pun angkat bicara. “Saudara-saudaraku, aku mengundang hanya agar kalian menikmati hidangan itu,” tuturnya menerangkan, “yang kalian makan itu, tak ubahnya istri-istri kita.” Saat Abu Nawas berhenti, sebagian orang yang sering menggoda istri Abu Nawas pun mulai memahami maksud diundangnya mereka.
“Memang,” lanjutnya, “bentuk fisiknya beda-beda.” Pungkasnya diiringi kepergian beberapa orang yang merasa tertipu, “Namun, mereka sama wanitanya. ‘Rasa’nya juga sama.”

>kisahikmah.com/yang-dilakukan-abu-nawas-ketika-istrinya-digoda/<
,,, → Yang Dilakukan Abu Nawas Ketika Istrinya Digoda

Inilah 80 Keutamaan Dzikir yang Pasti Anda Dapatkan.

Berdzikirlah kepada Allah Ta’ala pada pagi, siang, sore, malam, dan sepanjang hari. Dengan dzikir, Allah Ta’ala akan mencintai kita. Melalui dzikir, kita akan semakin mengenal Allah Ta’ala. Dengan dzikir, hidup menjadi tenang, kehidupan membahagiakan, insya Allah berakhir di surga sebagai puncak kenikmatan sebelum bertemu dengan Allah Ta’ala.
Menjelaskan Risalah al-Mustarsyidin tulisan Imam al-Harits al-Muhassibi, Syeikh Abdul Fattah Abu Ghuddah mengutip penjelasan Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah dalam kitab al-Wabil ash-Shayyib min al-Kalim ath-Thayyib tentang 80 keutamaan dzikir kepada Allah Ta’ala.
  1. Mendapatkan ridha Allah Ta’ala
  2. Mengusir setan
  3. Hilangkan gundah
  4. Sebab Kegembiraan
  5. Hati menjadi kuat
  6. Menguatkan fisik
  7. Hati bersinar
  8. Wajah penuh cahaya
  9. Sumber rezeki
  10. Menimbulkan wibawa
  11. Menghasilkan kesan manis
  12. Menjadi sebab cintanya seseorang kepada Allah Ta’ala
  13. Jalan untuk mengenal Allah Ta’ala (makrifat)
  14. Sarana taubat
  15. Mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala
  16. Menghidupkan hati
  17. Diingat oleh Allah Ta’ala
  18. Nutrisi bagi hati
  19. Ruhnya hati
  20. Pembersih karat hati
  21. Penghapus dosa
  22. Meninggikan derajat
  23. Sebab keakraban dengan Allah Ta’ala
  24. Penghilang perasaan asing terhadap Allah Ta’ala
  25. Mengingatkan pada Allah Ta’ala
  26. Penyelamat dari siksa Allah Ta’ala
  27. Sebab ketenangan hati
  28. Sebab naungan kasih sayang
  29. Disambut oleh malaikat dengan gembira
  30. Terhindar dari ucapan yang merugikan
  31. Membahagiakan diri sendiri
  32. Membahagiakan sahabat-sahabat (pelaku dzikir)
  33. Aman dari penyesalan di Hari Kiamat
  34. Dzikir yang diiringi tangisan menjadi sebab naungan Allah Ta’ala di Hari Kiamat
  35. Mendapatkan anugerah dari Allah Ta’ala
  36. Memperoleh berbagai jenis pahala
  37. Merupakan ibadah yang paling mudah
  38. Merupakan ibadah yang paling utama
  39. Merupakan benih surga
  40. Agar tidak dilupakan Allah Ta’ala di Hari Kiamat
  41. Bisa dikerjakan kapan saja
  42. Bisa dilakukan di mana saja
  43. Tiada ibadah yang menyamai dzikir
  44. Cahaya bagi seorang hamba di dunia
  45. Cahaya bagi pelaku dzikir di alam kubur
  46. Cahaya bagi pelaku dzikir di Padang Mahsyar
  47. Perbuatan dan ucapannya bercahaya
  48. Puncak kewalian
  49. Jalan menuju kewalian
  50. Terbebas dari kemiskinan hati
  51. Meluruhkan kerisauan dan kegalauan hati
  52. Membangunkan hati dari tidur panjangnya
  53. Meluaskan wawasan dan kemuliaan
  54. Dekat dengan yang diingat
  55. Allah Ta’ala bersamanya
  56. Manusia paling mulia adalah yang paling banyak berdzikir
  57. Pelunak hati yang keras
  58. Pengundang berbagai jenis nikmat
  59. Pengusir murka Allah Ta’ala
  60. Sebab sanjungan dan pujian dari Allah Ta’ala dan Malaikat-malaikat-Nya
  61. Majelis dzikir merupakan perkumpulan para malaikat dan taman-taman surga
  62. Seluruh amal disyariatkan demi terlaksananya dzikir kepada Allah Ta’ala
  63. Orang paling mulia dari pelaku amal shalih adalah orang shalih yang paling sering berdzikir
  64. Dzikir yang istiqamah bisa menggantikan berbagai jenis ibadah fisik, ibadah materi, dan campuran dari dua jenis ibadah ini (fisik dan materi)
  65. Membantu untuk taat kepada Allah Ta’ala
  66. Memudahkan segala kesukaran
  67. Pelancar berbagai urusan
  68. Memberikan kekuatan pada hati
  69. Menjadi sebab kekuatan bagi tubuh
  70. Ahli dzikir adalah orang yang paling unggul di akhirat
  71. Dzikir merupakan penghalang antara seseorang dengan neraka
  72. Malaikat memintakan ampunan untuk ahli dzikir
  73. Gunung dan seluruh tempat di muka bumi membangga-banggakan orang yang berdzikir kepada Allah Ta’ala; semuanya menjadi saksi di hadapan-Nya.
  74. Penyelamat dari kemunafikan
  75. Menyebut nama dan sifat Allah Ta’ala termasuk dzikir dan pujian kepada-Nya
  76. Dzikir merupakan sarana mensucikan Allah Ta’ala dari seluruh sifat yang tidak pantas bagi-Nya
  77. Menyebarluaskan hukum-hukum-Nya
  78. Dzikir bisa dikerjakan dengan hati dan lisan; inilah dzikir yang paling sempurna
  79. Dzikir menjelaskan perintah-perintah Allah Ta’ala dan larangan-larangan-Nya
  80. Dzikir bisa dikerjakan dengan hati saja atau lisan saja
Di antara yang paling penting, dzikir menjadi sebab kedekatan seorang hamba kepada Allah Ta’ala. Inilah nikmat paling agung yang diburu oleh para penempuh jalan keshalihan. Imam al-Harits al-Muhassibi mengatakan dalam Risalah al-Mustarsyidin, “Dawamkan (biasakan, istiqamahkan) dzikir kepada Allah Ta’ala, niscaya engkau dekat dengan-Nya.”
Kedekatan ini menjadi sebab timbulnya cinta. Cinta seorang hamba kepada Rabbnya, dan cinta Rabb Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya. Inilah timbal balik yang tiada kerugian di dalamnya. Cinta Allah Ta’ala ini pula yang menjadi sebab diturunkannya berbagai jenis kemudahan hidup yang ujungnya adalah bahagia dan sejahtera di akhirat.
Mengutip penjelasan Imam Ibnu Taimiyah; bagi orang-orang beriman, dzikir tak ubahnya air bagi ikan. Sebagaimana ikan yang mustahil hidup tanpa dzikir, seperti itu pula keadaan orang beriman tanpa dzikir.
Wallahu a’lam.


>kisahikmah.com/inilah-80-keutamaan-dzikir-yang-pasti-anda-dapatkan/<
,,, → Inilah 80 Keutamaan Dzikir yang Pasti Anda Dapatkan.

Tidaklah Seseorang Lakukan Ini, Kecuali Bertambah Kemuliaannya.


Selain Rasulullah, tidak ada manusia yang terbebas dari dosa dan kesalahan. Apalagi dalam kehidupan sosial, ketika berinteraksi dengan orang lain, baik keluarga atau masyarakat sekitar. Begitu juga saat berinteraksi dengan guru, murid, rekan kerja, atasan, bawahan, bahkan antara suami dan istri.
Sepandai apa pun menghindari, kesalahan akan tetap terjadi. Ianya seperti menjadi niscaya, sebab kita manusia yang tak mungkin lepas dari salah dan dosa. Sebagai manusia, kita hanya bisa memperkecil kesalahan, bukan menghilangkannya.
Dalam interaksi sehari-hari, berbuat salah menjadi niscaya sebab kita tak bisa memaksakan selera diri agar disukai oleh orang lain. Bahkan, kebaikan yang kita lakukan pun sering disalahartikan. Niat baik tak jarang mendapatkan balasan keburukan. Padahal, nilai kebaikan itu asasi, sama untuk semua orang, karena sesuai fitrah penciptaan manusia.

Jika kita berbuat salah, maka meminta maaf menjadi keharusan. Diberi maaf atau tidak, hal itu menjadi urusan orang yang kita mintai maaf dengan Allah Ta’ala. Jika menjadi pihak yang dimintai maaf, maka kewajiban kita adalah memberi maaf. Kita tak perlu melihat motivasi yang berada di dalam hati, sebab hal itu menjadi urusan  amat rahasia antara seorang hamba dengan Allah Ta’ala. Tiada satu pun orang yang mampu melihat isi hati orang lain.
Meminta dan memberi maaf, dua-duanya sama berat. Ada seninya masing-masing. Lantaran merasa benar, meminta maaf menjadi amat sukar. Padahal, ianya hanya berupa satu atau beberapa buah kata.
Bagi yang dimintai maaf, perasaan sombong menjadi sebab keengganan untuk mengulurkan tangan pertanda menerima permintaan maaf. Akan lebih repot jika dihubungkan dengan gengsi, strata sosial, jabatan, usia, dan lain sebagainya.
Padahal, andai bisa sedikit menundukkan egoisme diri, ada balasan agung yang pasti didapatkan oleh siapa pun yang melakukan amalan ini. Pahalanya agung. Ganjarannya besar. Janjinya langsung dari sebaik-baik manusia, imamnya para Nabi dan Utusan Allah Ta’ala.
مازادالله عبدابعفوالاعزاوماتواضع احدلله الارفعه الله
“Tidaklah seseorang hamba memberi maaf,” ujar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim Rahimahullah, “kecuali Allah Ta’ala tambahkan kemuliaan baginya. Dan tidaklah seseorang bersikap tawadhu’ (rendah hati) karena Allah Ta’ala, kecuali Dia akan meninggikan derajatnya.”
Berat, kawan!Tapi kita pasti bisa. Insya Allah.
Wallahu a’lam.
 
 
>kisahikmah.com/keutamaan-memaafkan/<
,,, → Tidaklah Seseorang Lakukan Ini, Kecuali Bertambah Kemuliaannya.

Baca Ayat Ini saat Sulit, Allah Utus Malaikat untuk Membantu

Tersebutlah seorang laki-laki yang menempuh perjalanan dari Damaskus menuju Zabadani. Di tengah jalan, ada laki-laki lain yang berniat menyewa keledainya. Meski tak dikenal, ia mengizinkan laki-laki asing untuk menyewa keledainya. Keduanya berjalan menuju satu lokasi, beriringan.
“Ayo lewat arah sini,” ajak laki-laki penyewa keledai.
“Tidak, aku belum pernah lewat jalan itu. Mari tempuh jalan yang lain.” jawab si laki-laki. Mengelak.
“Tenang saja,” rayu laki-laki penyewa keledai, “aku yang akan menjadi penujuk jalan.”

Keduanya pun berunding hingga laki-laki pertama mengikuti saran laki-laki yang menyewa keledainya.
Tak lama setelah itu, keduanya sampai di sebuah tempat yang sukar dilalui. Medannya terjal dan curam. Laki-laki pemilik keledai melihat ada beberapa mayat tergeletak di sana.
Tak dinyana, laki-laki yang menyewa keledainya turun sembari menodongkan sebilah pedang. “Turunlah segera! Aku akan membunuhmu!”
Laki-laki pemilik keledai pun berlari sekuat kemampuannya. Ia berusaha menghindar, tapi sia-sia karena sukarnya medan yang harus dilalui.
“Ambil saja keledai kepunyaanku. Bebaskan aku.” ujar laki-laki pemilik keledai. Nyawanya terancam.
“Pasti. Aku tidak akan menyia-nyiakan keledaimu. Tapi, aku juga ingin membunuhmu.” Gertak si laki-laki. Bengis.
Tak henti-hentinya, laki-laki pemilik keledai ini menyampaikan nasihat. Ia juga membacakan ancaman-ancaman Allah Ta’ala dalam al-Qur’an dan hadits Nabi tentang dosa membunuh dan melakukan kejahatan secara umum.
Sayangnya, laki-laki itu tak menggubris. Nafsu membunuhnya sudah bulat. Tak bisa dicegah. Mustahil diurungkan.
“Jika demikian,” ujar laki-laki pemilik keledai, “izinkanlah saya mendirikan shalat. dua rakaat saja.”
“Baiklah,” bentak laki-laki jahat, “tapi jangan lama-lama!”
Qadarullah, semua hafalan laki-laki pemilik keledai hilang. Saat sibuk mengingat-ingat, laki-laki tak bernurani itu membentak dan menyuruhnya bergegas.
Akhirnya, teringatlah satu ayat oleh laki-laki pemilik keledai ini. Ia membaca firman Allah Ta’ala dalam Surat an-Naml [27] ayat 62,
Surat an-Naml [27] ayat 62

“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah selain Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).”
“Seketika itu juga,” tutur si laki-laki, “dari mulut lembah muncul seorang pengendara kuda membawa tombak. Dia melemparkan tombak tepat di dada laki-laki jahat itu hingga langsung tersungkur tanpa bernyawa.”
“Siapakah engkau?” tanya laki-laki pemilik keledai penuh heran sekaligus haru terima kasih.
“Akulah hamba-Nya Dia yang memperkenankan doa orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan.”
Kisah menakjubkan ini juga dituturkan oleh Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim.
Wallahu a’lam.

>kisahikmah.com/baca-ayat-ini-saat-sulit-allah-utus-malaikat-untuk-membantu/<
,,, → Baca Ayat Ini saat Sulit, Allah Utus Malaikat untuk Membantu

Susah Kendalikan Nafsu Syahwat? Baca Penjelasan Ini dengan Hati

Nafsu itu bawaan. Pemberian dari Allah Ta’ala yang tak bisa ditolak. Akan tetapi, nafsu memiliki kecenderungan menjerumuskan jika tidak dikendalikan. Begitu banyak keburukan seorang hamba yang sumbernya dari nafsu. Maka, nafsu harus dijaga. Nafsu kudu disalurkan pada jalan-jalan yang memang sudah disyariatkan oleh Allah Ta’ala dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Mengingatkan tentang peluang jahatnya nafsu ini, banyak ulama yang telah menyampaikan nasihatnya. Penjelasan-penjelasan para ulama inilah yang menjadi salah satu penguat bagi kita agar tidak terjerumus dalam lubang binasa. Imam al-Harits al-Muhassibi mengatakan, “Waspadailah lingkungan kelalaian, tipu daya musuh, nyanyian hawa nafsu, kebuasan syahwat, dan angan-angan jiwa.” Menjelaskan makna nasihat ini, Syekh Abdul Fattah Abu Ghuddah mengatakan, “Dengan sedikit menahan nafsu disertai dzikir kepada Allah Ta’ala dan memikirkan akibat dari menuruti dan mengikuti nafsu, pastilah terlahir kebahagiaan dan kemenangan.” Jika berhasil merawat nafsu agar tidak menjadi sebab melakukan larangan Allah Ta’ala, lanjut Syekh asal Damaskus ini, “Allah Ta’ala akan melimpahkan keridhaan yang besar kepadamu, hatimu akan bersinar, rohmu akan melambung tinggi, imanmu akan bertambah, malaikat akan melindungimu. Anda akan merasakan embusan ruhani tingkat tinggi yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.” Alangkah bahagianya. Alangkah mulianya. Alangkah nikmatnya. “Oleh karena itu,” lanjut beliau bernada menguatkan, “berpegang teguhlah kepada Allah Ta’ala, niscaya Anda akan selamat.” Jika kita bisa memenangkan pertarungan melawan nafsu syahwat yang jahat, maka malaikat akan berada di pihak kita. Malaikat akan membersamai kita. “Alangkah bagusnya jika Anda menang melawan syahwat. Para malaikat menjadi senang karena Anda. Mereka menyebut-nyebut dan membanggakan nama Anda.” Sebaliknya, saat seseorang tersungkur dalam kalah dan salah, ketika dirinya diinjak dan diseret oleh jahat dan bengisnya nafsu syahwat, setan akan berada di pihaknya. “Alangkah jeleknya,” pungkas Syekh Abdul Fattah Abu Ghuddah menyampaikan penjelasan, “jika seseorang dikalahkan oleh syahwat. Setan akan menjadi senang karenanya. Kemurkaan Allah Ta’ala datang kepadanya.” Hanya kepada Allah Ta’ala kita memohon kemenangan dan keselamatan dari buruknya setan dan hawa nafsu. Wallahu a’lam.


 >kisahikmah.com/kiat-kendalikan-nafsu-syahwat/<
,,, → Susah Kendalikan Nafsu Syahwat? Baca Penjelasan Ini dengan Hati