Selasa, 19 Januari 2016

Baca Ayat Ini saat Sulit, Allah Utus Malaikat untuk Membantu

Tersebutlah seorang laki-laki yang menempuh perjalanan dari Damaskus menuju Zabadani. Di tengah jalan, ada laki-laki lain yang berniat menyewa keledainya. Meski tak dikenal, ia mengizinkan laki-laki asing untuk menyewa keledainya. Keduanya berjalan menuju satu lokasi, beriringan.
“Ayo lewat arah sini,” ajak laki-laki penyewa keledai.
“Tidak, aku belum pernah lewat jalan itu. Mari tempuh jalan yang lain.” jawab si laki-laki. Mengelak.
“Tenang saja,” rayu laki-laki penyewa keledai, “aku yang akan menjadi penujuk jalan.”

Keduanya pun berunding hingga laki-laki pertama mengikuti saran laki-laki yang menyewa keledainya.
Tak lama setelah itu, keduanya sampai di sebuah tempat yang sukar dilalui. Medannya terjal dan curam. Laki-laki pemilik keledai melihat ada beberapa mayat tergeletak di sana.
Tak dinyana, laki-laki yang menyewa keledainya turun sembari menodongkan sebilah pedang. “Turunlah segera! Aku akan membunuhmu!”
Laki-laki pemilik keledai pun berlari sekuat kemampuannya. Ia berusaha menghindar, tapi sia-sia karena sukarnya medan yang harus dilalui.
“Ambil saja keledai kepunyaanku. Bebaskan aku.” ujar laki-laki pemilik keledai. Nyawanya terancam.
“Pasti. Aku tidak akan menyia-nyiakan keledaimu. Tapi, aku juga ingin membunuhmu.” Gertak si laki-laki. Bengis.
Tak henti-hentinya, laki-laki pemilik keledai ini menyampaikan nasihat. Ia juga membacakan ancaman-ancaman Allah Ta’ala dalam al-Qur’an dan hadits Nabi tentang dosa membunuh dan melakukan kejahatan secara umum.
Sayangnya, laki-laki itu tak menggubris. Nafsu membunuhnya sudah bulat. Tak bisa dicegah. Mustahil diurungkan.
“Jika demikian,” ujar laki-laki pemilik keledai, “izinkanlah saya mendirikan shalat. dua rakaat saja.”
“Baiklah,” bentak laki-laki jahat, “tapi jangan lama-lama!”
Qadarullah, semua hafalan laki-laki pemilik keledai hilang. Saat sibuk mengingat-ingat, laki-laki tak bernurani itu membentak dan menyuruhnya bergegas.
Akhirnya, teringatlah satu ayat oleh laki-laki pemilik keledai ini. Ia membaca firman Allah Ta’ala dalam Surat an-Naml [27] ayat 62,
Surat an-Naml [27] ayat 62

“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah selain Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).”
“Seketika itu juga,” tutur si laki-laki, “dari mulut lembah muncul seorang pengendara kuda membawa tombak. Dia melemparkan tombak tepat di dada laki-laki jahat itu hingga langsung tersungkur tanpa bernyawa.”
“Siapakah engkau?” tanya laki-laki pemilik keledai penuh heran sekaligus haru terima kasih.
“Akulah hamba-Nya Dia yang memperkenankan doa orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan.”
Kisah menakjubkan ini juga dituturkan oleh Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim.
Wallahu a’lam.

>kisahikmah.com/baca-ayat-ini-saat-sulit-allah-utus-malaikat-untuk-membantu/<
,,, → Baca Ayat Ini saat Sulit, Allah Utus Malaikat untuk Membantu

Susah Kendalikan Nafsu Syahwat? Baca Penjelasan Ini dengan Hati

Nafsu itu bawaan. Pemberian dari Allah Ta’ala yang tak bisa ditolak. Akan tetapi, nafsu memiliki kecenderungan menjerumuskan jika tidak dikendalikan. Begitu banyak keburukan seorang hamba yang sumbernya dari nafsu. Maka, nafsu harus dijaga. Nafsu kudu disalurkan pada jalan-jalan yang memang sudah disyariatkan oleh Allah Ta’ala dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Mengingatkan tentang peluang jahatnya nafsu ini, banyak ulama yang telah menyampaikan nasihatnya. Penjelasan-penjelasan para ulama inilah yang menjadi salah satu penguat bagi kita agar tidak terjerumus dalam lubang binasa. Imam al-Harits al-Muhassibi mengatakan, “Waspadailah lingkungan kelalaian, tipu daya musuh, nyanyian hawa nafsu, kebuasan syahwat, dan angan-angan jiwa.” Menjelaskan makna nasihat ini, Syekh Abdul Fattah Abu Ghuddah mengatakan, “Dengan sedikit menahan nafsu disertai dzikir kepada Allah Ta’ala dan memikirkan akibat dari menuruti dan mengikuti nafsu, pastilah terlahir kebahagiaan dan kemenangan.” Jika berhasil merawat nafsu agar tidak menjadi sebab melakukan larangan Allah Ta’ala, lanjut Syekh asal Damaskus ini, “Allah Ta’ala akan melimpahkan keridhaan yang besar kepadamu, hatimu akan bersinar, rohmu akan melambung tinggi, imanmu akan bertambah, malaikat akan melindungimu. Anda akan merasakan embusan ruhani tingkat tinggi yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.” Alangkah bahagianya. Alangkah mulianya. Alangkah nikmatnya. “Oleh karena itu,” lanjut beliau bernada menguatkan, “berpegang teguhlah kepada Allah Ta’ala, niscaya Anda akan selamat.” Jika kita bisa memenangkan pertarungan melawan nafsu syahwat yang jahat, maka malaikat akan berada di pihak kita. Malaikat akan membersamai kita. “Alangkah bagusnya jika Anda menang melawan syahwat. Para malaikat menjadi senang karena Anda. Mereka menyebut-nyebut dan membanggakan nama Anda.” Sebaliknya, saat seseorang tersungkur dalam kalah dan salah, ketika dirinya diinjak dan diseret oleh jahat dan bengisnya nafsu syahwat, setan akan berada di pihaknya. “Alangkah jeleknya,” pungkas Syekh Abdul Fattah Abu Ghuddah menyampaikan penjelasan, “jika seseorang dikalahkan oleh syahwat. Setan akan menjadi senang karenanya. Kemurkaan Allah Ta’ala datang kepadanya.” Hanya kepada Allah Ta’ala kita memohon kemenangan dan keselamatan dari buruknya setan dan hawa nafsu. Wallahu a’lam.


 >kisahikmah.com/kiat-kendalikan-nafsu-syahwat/<
,,, → Susah Kendalikan Nafsu Syahwat? Baca Penjelasan Ini dengan Hati

Senin, 18 Januari 2016

Stasiun Kutoarjo

Stasiun Kutoarjo
Stasiun kereta api Kutoarjo (KTA) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe B yang terletak di Kelurahan Semawung Daleman Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Stasiun yang terletak pada elevasi +16 m ini merupakan stasiun paling timur yang dikelola oleh PT KAI Daerah Operasi V Purwokerto. Di timur stasiun ini terdapat percabangan menuju Purworejo sepanjang 9 km sebagai cabang dari jalur selatan utama yang menghubungkan Bandung dan Surabaya.
Stasiun ini adalah stasiun pemberangkatan untuk kereta api Sawunggalih, Kutojaya Utara, keduanya menuju Jakarta. Juga melayani Kutojaya Selatan menuju Bandung, serta KA Prambanan Ekspres kereta komuter tujuan Solo Balapan. Hampir seluruh kereta api ekonomi, bisnis, dan eksekutif yang melintas jalur selatan akan berhenti di stasiun ini, seperti kereta api Pasundan, Gaya Baru Malam, Mutiara Selatan, Fajar Utama Yogya, Argo Wilis, dan Taksaka. Untuk KA yang tidak berhenti di Stasiun Kutoarjo, meliputi Kereta api Bima, dan Kereta api Senja Utama Yogya.
Karena stasiun ini merupakan stasiun ujung rel ganda yang menghubungkan Solo-Kutoarjo, semua kereta api baik eksekutif, bisnis, maupun ekonomi dari arah timur (Solo/Yogyakarta) diwajibkan untuk BLB (Berhenti Luar Biasa) di stasiun ini, karena dari rel ganda ke rel tunggal harus menunggu grafik baru untuk memastikan bahwa jalur di depan (rel tunggal) sudah aman untuk dilewati.
Stasiun ini memiliki lima jalur, sisanya berupa jalur untuk memasuki dipo kereta dan kegiatan langsir-melangsir. Pada jalur 4 sampai dengan 6 menggunakan slab track yang cukup unik tanpa menggunakan batu kricak atau ballast. Jalur 2 digunakan untuk melintas KA yang melaju dari timur, sedangkan jalur 3 untuk KA yang melaju dari barat. Jalur 4 dan 5 biasa digunakan untuk angkutan semen atau KA luar dinas.



Dipo Induk Stasiun Kutoarjo
Dipo yang terletak di satu area dengan Stasiun Kutoarjo, sebenarnya dipo ini dulu hanya berstatus dipo sub, tetapi karena ketersediaan lokomotif makin banyak memungkinkan dipo ini berubah status menjadi Dipo Induk . Ketersediaan lokomotif di dipo ini tidak terbilang banyak, hanya memiliki dua lokomotif diesel hidrolik,yakni BB300 06 dan BB300 16. Lokomotif itu digunakan untuk dinasan langsir ataupun feeder. dipo ini juga memiliki fasilitas yang lengkap Lokomotifnya terbilang lebih terawat. dipo ini juga dikhususkan untuk menyimpan kereta-kereta api penumpang yang berangkat dari stasiun Kutoarjo seperti Sawunggalih, Kutojaya Selatan, maupun Kutojaya Utara.

Kelas Eksekutif
  • Argo Wilis: ke Bandung Hall dan Surabaya Gubeng.
  • Argo Lawu: ke Solo Balapan dan Jakarta Gambir.
  • Argo Dwipangga: ke Solo Balapan dan Jakarta Gambir.
  • Gajayana: ke Jakarta Gambir dan Malang Kotabaru.
  • Turangga: ke Bandung Hall dan Surabaya Gubeng.
  • Taksaka: ke Jakarta Gambir dan Yogyakarta Tugu.
Kelas Eksekutif-Bisnis/Bisnis AC
  • Lodaya: ke Bandung Hall dan Solo Balapan.
  • Malabar: ke Bandung Hall dan Malang Kotabaru.
  • Mutiara Selatan: ke Bandung Hall dan Surabaya Gubeng.
  • Senja Utama Solo: ke Jakarta Pasar Senen dan Solo Balapan.
  • Fajar Utama Yogya: ke Yogyakarta Tugu dan Jakarta Pasar Senen.
  • Sawunggalih Utama: ke Jakarta Pasar Senen.
Kelas Ekonomi AC PSO dan Non-PSO
  • Jaka Tingkir: ke Jakarta Pasar Senen dan Solo Purwosari.
  • Bogowonto: ke Jakarta Pasar Senen dan Yogyakarta Lempuyangan.
  • Gajah Wong: ke Jakarta Pasar Senen dan Yogyakarta Lempuyangan.
  • Krakatau: ke Merak dan Kediri.
  • Gaya Baru Malam Selatan: ke Pasar Senen dan Surabaya Gubeng.
  • Pasundan: ke Bandung Kiaracondong dan Surabaya Gubeng.
  • Kahuripan: ke Bandung Kiaracondong dan Kediri.
  • Bengawan: ke Jakarta Pasar Senen dan Solo Purwosari.
  • Progo: ke Jakarta Pasar Senen dan Yogyakarta Lempuyangan.
  • Logawa: ke Purwokerto dan Jember.
  • Kutojaya Utara: ke Jakarta Pasar Senen.
  • Kutojaya Selatan: ke Bandung Kiaracondong.
Kelas Ekonomi Komuter
  • Prambanan Ekspres: ke Solo Balapan.
,,, → Stasiun Kutoarjo

Minggu, 17 Januari 2016

SISTEMATIKA PENULISAN PROPOSAL PENELITIAN

Sebelum melakukan penelitian terlebih dahulu membuat proposal penelitian, dalam menyusun proposal penelitian isi dari proposal tersebut belum ada aturan baku atau standar tertentu tentang unsur-unsur yang harus ada dalam suatu proposal penelitian. Tetapi dalam menyusun proposal penelitian, ada 3 unsur yang harus ada dalam suatu proposal penelitian seperti Latar belakang masalah, yaitu pemahaman peneliti tentang peta permasalahan yang akan diteliti, kerangka teori dan telaah pustaka berupa pemahaman peneliti terhadap penelitian terdahulu dan peta teori dan posisi kerangka pikir dalam penelitiannya serta metodologi yaitu pemahaman peneliti tentang cara untuk mencapai tujuan penelitian. Dalam penyusunan proposal penelitian, peneliti akan berusaha mengungkapan seperti:
  1. Apa yang akan diteliti.
  2. Mengapa masalah itu diteliti.
  3. Bagaimana penelitian itu dilakukan.
  4. Strategi apa yang akan digunakan dalam penelitian.
  5. Dimana penelitian itu dilakukan.

Saat membuat proposal penelitian unsur-unsur yang tercakup dalam penulisan penelitian tersebut, antara lain:

1.     Penentuan Judul Penelitian

Topik atau rumusan masalah yang telah dipilih dan ditentukan, kemudian dirumuskan secara eksplisit ke dalam judul penelitian. Paling tidak judul penelitian dapat mewakili topik atau rumusan masalah yang dimaksud.
Saat kita akan merumuskan judul penelitian ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
  1. Judul harus ditulis secara singkat, padat dan jelas.
  2. Harus mencerminkan spesifikasi masalah yang detail.
  3. Harus memuat variabel-variabel utama yang dilibatkan dalam penelitian.
  4. Harus menyebutkan secara jelas jenis hubungan antara variabel.
  5. Harus mengungkap.
Dalam membuat judul suatu penelitian harus mengandung unsur-unsur sebagai berikut:
  1. Sifat/jenis penelitian. Misalnya: deskripsi, koresional atau komparasi.
  2. Subjek dan objek penelitian.
  3. Tempat/daerah penelitian.
  4. Waktu penelitian.

2.      Membuat Latar Belakang Masalah

Saat membuat latar belakang masala, memuat pemikiran atau alasan yang jelas dan meyakinkan tentang mengapa penelitian itu harus dilakukan. Dalam penulisan latar belakang penelitian mengungkapkan adanya kesenjangan yang terjadi di lapangan dengan teori atau harapan. Artinya, ada perbedaan antara apa yang seharusnya dan apa yang tersedia, antara harapan dan kenyataan. Selain itu, peneliti juga mengungkapkan apa yang hendak diteliti, dimana kejadiannya, teori-teori yang digunakan, indikator-indikator penelitian, dan bagaimana masalah itu dipecahkan.
Beberapa persyaratan yang perlu diperhatikan dalam penulisan latar belakang masalah penelitian, adalah:
  1. Kontek di seputar soal yang dipermasalahkan, nilainya penting, manfaat, mendesak dan urgent.
  2. Referensi keputusan tentang konsep, teori, penemuan penelitian releven dan diperlukan bantuan persepsi yang dieksplorasikan dari kenyataan lapangan.
  3. Pada dasarnya berisikan argumentasi mengapa topikpenelitian ini penting untuk diteliti dan bagaimana cara penelitiannya. Penting secara akademik(teoritis) atau penting untuk memecahkan masalah(problem solving) yang dihadapi.
  4. Memuat argumen bersifat akademik(reviw teoritis atau reviw hasil-hasil penelitian sebelumnya) dan menyertakan alasan-alasan praktis kenapa penelitian ini penting dilakukan.
  5. Proposal harus mampu mengajukan bahwa masalah-masalah yang diteliti.
  6. Pemaparan latar belakang, dimulai dari gejala yang umum sampai pada yang lebih spesifik.
  7. Selintas mengenai hasil yang diharapkan dari penelitian dan kerangka waktu pelaksanaannya.

3.      Rumusan Masalah Penelitian

Rumusan masalah penelitian dalam penelitian timbul akibat adanya tantangan, adanya kesangsian terhadap hal atau fenomena, adanya halangan dan rintangan, adanya celah(gap) baik antara kegiatan atau fenomena, baik yang telah ada maupun yang ada. Penelitian diharapkan dapat memecahkan masalah-masalah atau, sedikitnya menutup celah yang terjadi.

4.      Tujuan Penelitian

Dalam membuat tujuan penelitian hal-hal sebagai berikut harus diperhatikan, antara lain:
  1. Tujuan dinyatakan secara tegas dan konkret tentang hal-hal yang ingin diketahui dari hasil penelitian.
  2. Tujuan penelitian pada dasarnya merupakan hal spesifik yang diinginkan dari kegiatan penelitian berdasarkan rumus masalah.
  3. Apa yang diperoleh dari penelitian tersebut   harus ada konsistensi antara rumusan masalah, tujuan penelitian, dan kesimpulan.

Sehingga dalam merumuskan tujuan penelitian, paling tidak ada delapan tujuan dalam penelitian yang harus diperhatikan, yaitu:
  1. To explore, yaitu pengembangan awal untuk mencari gambaran kasar atau mencari pemahaman tentang fenomena sosial yang belum diketahui sebelumnya.
  2. To describe, yaitu untuk menggambarkan realitas sosial dan pendidikan secara apa adanya atau melakukan pengukuran yang cermat terhadap fenomena sosial dan pendidikan tertentu termasuk kejelekan-kejelekan sosial dan pendidikan yang ada. Peneliti mengembangkan konsep atau teori, tetapi tidak melakukan pengujian hipotesis.
  3. To understand, yaitu untuk memahami fenomena sosial dan pendidikan secara mendalam termasuk menentukan alasan-alasan dari tindakan sosial yang ada.
  4. To explain, yaitu untuk menjelaskan hubungkan kausal dari fenomena sosial dengan mengembangkan pengujian hipotesis.
  5. To predict, yaitu untuk melakukan dugaan kejadian tertentu di masa mendatang setelah melakukan pemahaman dan penjelasan atas fenomena sosial tertentu sebagai landasan postulatnya.
  6. To chang, yaitu untuk melakukan interverensi sosial, seperti mambantu partisipasi.
  7. To evaluate, yaitu untuk memonitor apakah program yang telah ditetapkan sesuai dengan outcome yang telah direncanakan dan membantu memecahkan masalah dan membantu kebijakan.
  8. To aces social impact, yaitu untukmengidentifikasi kemungkinan konsekuensi/ dampak sosial-kebudayaan dari pelaksanaan proyek, perubahan teknologi atau kebijakan tindakan pada struktur sosial, proses sosial dan sebagainya.

Contoh:
  1. Apabila perumusan masalah dimulai dengan what, tujuannya to explore atau to describe.
  2. Apabila perumusan masalah dimulai dengan why, tujuan to explain dan sebagainya.

5.      Kegunaan atau Manfaat Penelitian

Dalam merumuskan kegunaan penelitian, peneliti harus menyatakan apa kegunaan hasil penelitian yang dilakukan, yaitu:
  1. Dinyatakan manfaat-manfaat dari penemuan yang bakal dihasilkan oleh peneliti, untuk dapat memberikan masukan bernilai ilmiah, informasi yang bermanfaat, memperkaya khazanah kepustakaan.
  2. Kontribusi teoritis keilmuan dan juga segi kontribusi praktisnya bagi pengambilan kebijakan.
  3. Hasil yang ditawarkan betul-betul berdasarkan keyakinan karena diperlukan dan hal serupa belum dilanjutkan berdasarkan informasi yang lengkap bahwa tawaran tersebut betul-betul akan bermanfaat.
  4. Kegunaan ini dirumuskan secara spesifik sesuai dengan problem yang akan dipecahkan/dijawab.

6.      Telah Pustaka(Kajian Penelitian-Penelitian Terdahulu)

Telaah pustaka ini dilakukan dengan mengkaji hasil-hasil penelitian terdahulu/survei literal(prior research on topic) yang terkait dengan penelitian yang sedang dilakukan berupa skripsi, tesis, disertasi, kajian baku, jurnal dan lain-lain. Tujuannya, selain untuk mengkaji penelitian terdahulu yang relevan dan terkait langsung dengan persoalan yang diteliti, dipecahkan, dan juga untuk menghindari duplikasi penelitian yang sedang dilakukan dengan hasil-hasil penelitian terdahulu.
Biasanya dalam penulisan “telaah pustaka” dikaburkan atau bahkan disamarkan dengan “kerangka teori”. Padahal keduannya berbeda, katakan saja “telaah pustaka” adalah mengkaji hasil-hasil penelitian terdahulu dan buku-buku yang relevan dan terkait dengan penelitian akan dilakukan, dengan tujuan menghindari duplikasi penelitian dan juga untuk memosisikan penelitian yang akan dan sedang dilakukan. Adapun kerangka teori adalah kajian teori-teori atau serangkaian konsep, definisi, dan proposisi yang saling berkaitan dan bertujuan untuk memberikan gambaran sistematis tentang suatu fenomena yang akan digunakan untuk menggas penelitian yang akan dilakukan.

7.      Kerangka Teori

Teori yaitu konsep yang digunakan untuk mengkritisi permasalahan penelitian. Teori adalah serangkaian konsep, definisi, dan proposisi yang saling berkaitan dan bertujuan untuk memberikan gambaran sistimatis tentang suatu fenomena. Teori mengandung tiga hal, yaitu:
  1. Teori serangkaian proporsi antara konsep-konsep yang saling berhubungan.
  2. Teori menerangkan secara sistimatis auatu fenomena sosial dengan cara menentukan hubungan antar konsep.
  3. Teori menerangkan fenomena tertentu dengan cara menentukan konsep mana yang berhubungan dengan konsep lainnya dan bagaimana bentuk hubungannya.

8.      Metode Penelitian

Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian, sangat tergantung pada macam penelitian yang akan dilakukan serta maksud dan tujuan yang ingin dicapai. Langkah-langkah metodologi penelitian, sebagai berikut:
  1. Menentukan jenis penelitian, apakah penelitian masuk katagori penelitian hasil yang ingin dicapai, metode, ekplanasi dan penelitian, penelitian kuantitatif dan kualitatif.
  2. Sumber data berupa data primer dan sekunder.
  3. Teknik pengambilan data yang dapat dilakukan, yaitu: angket, interview, wawancara, observasi, tes, studi literatur, dan sebagainya.
  4. Hipotesis(jika ada atau bagi penelitian yang menggunakan hipotesis).
  5. Populasi dan sampel penelitian, yaitu menentukan populasi, sampel, dan kemudian teknik penentuan sampel.
  6. Variabel penelitian(akan dijelaskan pada bagian variabel penelitian).
  7. Teknik analisis data, dapat dilakukan dengan analisis kuantitatif dan/ atau analisis kualitatif, tergantung sifat dan jenis penelitian.

Jenis penelitian apa yang akan digunakan dan dinilai paling tepat, sangat tergantung pada macam dan tujuan penelitian yang ingin dicapai. Misalnya saja kita kenal penelitian yang bersifat eksploratif menjelajah yang bertujuan untuk memperdalam pengetahuan mengenai suatu gejala tertentu atau mendapat ide-ide baru mengenai gejala itu dengan maksud untuk merumuskan masalahnya secara terperinci atau untuk mengembangkan hipotesis. Penelitian diskriptif yang bertujuan menggambarkan secara tepat sifat-sifat suatu individu, keadaan, gejala, kelompok tertentu, menentukan frekuensi, penyebaran suatu gejala tertentu. Penelitian explantif(menerangkan) yang bertujuan menguji hipotesis-hipotesis tentang adanya hubungan sebab akibat antara barbagai variabel yang diteliti.
Setelah mengetahui macam-macam penelitian tersebut. Pertanyaannya bagaimana cara mengumpulkan data, katakan saja untuk ketiga macam penelitian tersebut, bagaimana cara mengolah data-data tersebut,  bagaimana cara mendeskripsikannya, menganalisisnya, dan menyimpulkannya. Untuk penelitian yang bersifat eksploratif misalnya, teknik pengumpulan data melalui wawancara terbuka yang memberikan keleluasaan bagi penjawab untuk memberi pandangan secara bebas. Untuk penelitian yang bersifat deskriptif dapat menggunakan data kualitatif. Penelitian yang bersifat deskriptif dapat menggunakan data kualitatif. Penelitian yang bersifat explanatory(menerangkan) dapat menempuh cara eksperimen seperti keadaan dalam laboratorium ilmu eksakta dan dapat pula berbentuk perbandingan sistematis atau dapat disebut dengan studi komparatif.

9.      Sistimatika Pembahasan

Proposal penelitian, secara umum terdiri dari bagian awal, bagian pokok, dan bagian akhir.
1.     Bagian awal berisi tentang:
1.    Judul penelitian (sampul depan).
2.    Identitas peneliti.
2.     Bagian pokok berisi tentang:
1.    Latar belakang masalah.
2.    Rumusan masalah.
3.    Tujuan penelitian.
4.    Kegunaan penelitian.
5.    Telaah pustaka.
6.    Kerangka teori.
7.    Hipotesis.
8.    Metode penelitian.
9.    Sistimatika pembahasan.
3.     Bagian akhir berisis tentang:
1.    Daftar pustaka sementara.
2.    Lampiran(bila ada).

,,, → SISTEMATIKA PENULISAN PROPOSAL PENELITIAN